RSS

Kisah Keistimewaan Ayat Kursi yang Bisa Membakar dan Mengalahkan Jin Ifrit. Berikut Kisahnya!

Ayat kursi memiliki banyak fadilah atau keutamaan. Salah satunya adalah bisa untuk menaklukkan makhluk halus. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Saudagar kaya raya bernama Ka'ab yang membunuh Jin Ifrit dengan bacaan Ayat Kursi.



Pada Suatu hari, seorang pedagang bernama Ka'ab melakukan perjalanan ke negeri Basrah.
Ia membawa barang dagangannya untuk dijual. Setelah Ka'ab sampai di Basrah, dia mencari tempat penginapan, akan tetapi semua penginapan pada hari itu ternyata tidak ada yang kosong.
Semua telah dipesan oleh pedagang yang lebih dahulu datang sebelum Ka'ab.

Karena kehabisan penginapan, Ka'ab berinisiatif mencari tempat istirahat. Ia kemudian menemukan sebuah rumah kosong yang pada dindingnya terdapat banyak sarang laba-laba. Ka'ab akhirnya berhasil menemui pemiliknya. Ia bermaksud menyewa rumah itu selama kurang lebih satu minggu.


"Rumah ini aneh sekali, selalu menjadi pembicaraan masyarakat disini," kata si pemilik rumah.

"Apa yang terjadi pada rumahmu ini?" tanya Ka'ab.

"Kata beberapa orang, rumah ini didiami oleh Jin Ifrit. Sudah banyak orang yang mencoba menempatinya, namun akhirnya mereka semua binasa," jelas si pemilik rumah.

Merasa terpaksa karena tidak menemukan penginapan, akhirnya Ka'ab bersedia menempati rumah kosong itu.

"Meskipun orang lain berkata demikian, saya sanggup tinggal disini asalkan Tuan mengizinkan saya," pinta Ka'ab.

"Baiklah, saya tidak keberatan dan saya tidak akan meminta bayaran sedikitpun," jawab si pemilik rumah.

Ka'ab akhirnya tinggal di rumah kosong yang angker itu. Pada malam itu, tidak ada hal ganjil yang dialaminya. Keesokan harinya Ka'ab berkeliling untuk menjual barang dagangannya, dan ketika matahari hampir terbenam, ia kembali pulang. Malam itu Ka'ab mengalami beberapa keanehan. Matanya sulit sekali untuk dipejamkan.

Kemudian dalam kondisi yang sepi, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sosok bayangan hitam yang memiliki dua mata menyala-nyala seperti bara api yang mendekatinya. Maka secara spontan, Ka'ab terjaga dan membaca ayat Kursi.

Akan tetapi bayang-bayang itu tidak menghilang, malah sosok hitam itu turut mengikuti apa yang dibaca oleh Ka'ab, hingga hampir sampai pada akhir ayat Kursi.

Akan tetapi setelah Ka'ab membaca akhir ayat Kursi Walaa Yauduhu khifzuma wa huwal aliiyul 'adzim, bayang-bayang hitam itu lenyap dan suaranya sudah tidak terdengar lagi.

Ka'ab heran dan ia terus mengulangi bacaannya hingga ayat Kursi yang terakhir untuk memastikan bayang-bayang hitam itu benar-benar hilang. Lenyapnya Jin Ifrit itu disertai bau seperti barang yang terbakar.

Keesokan paginya, Ka'ab mendapati di salah satu sudut rumah itu terdapat bekas-bekas abu seperti ada sesuatu yang telah terbakar. Di saat itu, Ka'ab mendengar suara gaib,

"Hai Ka'ab, engkau telah membakar Jin Ifrit yang kuat."

"Dengan apa aku membakarnya?" tanya Ka'ab.

"Dengan firman Allah, alaa Yauduhu khifzuma wa huwal aliiyul 'adzim,"jawab suara gaib itu.

Demikian kisah Tewasnya Jin Ifrit oleh Ayat Kursi.

Seperti yang kita ketahui bersama, Ayat Kursi diwahyukan kepada Rasulullah SAW dan diiringi oleh ribuan malaikat karena kebesaran dan kesucian ayat tersebut. Karena itu, Jin Ifrit yang kuat pun tidak mampu menahan kehebatan Ayat Kursi. Semoga dengan sedikit kisah tentang ayat kursi diatas bisa menjadi benteng kita terhadap sesuatu yang ghaib namun semua itu tetaplah hanya dengan izin Allah kita bisa berhasil. Wallahu A'lam
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apakah Boleh Memanjangkan Kuku Kita? Berikut Hukum Memanjangkan Kuku Dalam Pandangan Islam

Islam melarang wanita dan pria untuk memanjangkan kuku. Sebagian kaum wanita sengaja memanjangkan kuku-kuku mereka atau membuat kuku-kuku palsu yang jelas menyalahi fitrah. Sementara, bagi seorang Muslimah diharapkan darinya untuk mengerjakan segala sesuatu yang berkenaan dengan perangai fitrah.


Memotong kuku hukumnya adalah sunnah dan merupakan salah satu perkara fitrah di dalam Islam. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ (أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ): الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَقَصّ الشّارِبِ

“Perkara fitrah ada lima (atau lima perkara fitrah) yaitu: khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong kumis.” [HR Al Bukhari (5889) dan Muslim (257)]


Jika ingin membiarkannya panjang maka jangan sampai melebihi empat puluh hari berdasarkan hadits Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, dia berkata:

وقت لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حلق العانة وتقليم الأظفار وقص الشارب ونتف الإبط أربعين يوما مرة

“Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan (batas) waktu bagi kita untuk mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, memotong kumis, dan mencabut bulu ketiak sebanyak satu kali dalam empat puluh hari.” [HR Abu Daud (4200). Hadits shahih.]

Memanjangkan kuku dapat membuat terkumpulnya kotoran di sela-sela kuku yang dapat menimbulkan penyakit bagi si pemilik kuku. Selain itu, memanjangkan kuku ada unsur kemiripan dengan binatang.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata tentang kejelekan memanjangkan kuku:

“… (Memanjangkan kuku) juga menjadikan seseorang meniru binatang. Oleh karena ini Rasulullah bersabda:

مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلُوهُ، لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ، وَسَأُحَدِّثُكُمْ عَنْ ذَلِكَ. أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ

“Alat apa saja yang dapat menumpahkan darah dan disebutkan nama Allah atasnya (ketika menyembelih) maka makanlah ia, kecuali (alat yang berasal dari) gigi dan kuku. Saya akan memberitahukan kepada kalian tentang alasannya. Adapun gigi maka ia adalah tulang, sedangkan kuku maka ia adalah pisaunya orang Habasyah.” [HR Al Bukhari (2488)]

Maksudnya mereka (orang Habasyah) menggunakan kuku sebagai pisau untuk menyembelih dan memotong daging dengannya ataupun untuk yang lainnya. Ini adalah termasuk dari kebiasaan mereka yang mirip dengan binatang.” Demikian fatwa beliau rahimahullah.

Berdasarkan penjelasan di atas, memajangkan kuku melebihi lebih dari empat puluh hari adalah perbuatan yang menyelisihi sunnah dan fitrah, dan hukumnya adalah makruh. Akan tetapi jika tujuan dia memanjangkan kuku untuk meniru kebiasaan atau tren kaum kafir, maka hukumnya adalah haram berdasarkan hadits Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu dari Nabi Muhammad SAW berkata:

من تشبه بقوم فهو منهم

“Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.” [HR Abu Daud (4031). Hadits hasan.]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata tentang hadits di atas: “Hadits ini paling minimal mengandung hukum haram, meskipun secara zhahirnya ia memberikan konsekuensi kafirnya orang yang menyerupai mereka.” Demikian dari Majmu’ Fatawa wa Rasail Syaikh Al ‘Utsaimin.

Jadi boleh-boleh saja kita memanjangkan kuku kita, tapi kita harus menurut syariat islam dan tidak lebih dari 40 hari. Karena dari kuku lah munculnya kuman yang berbahaya untuk kesehatan. Semoga info berikut bermanfaat untuk kita semua.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wow! Ternyata Pisang Sangat Ampuh Untuk Menjaga Kecantikan Pada Wajah Anda

Mendapatkan sesuatu dengan cara alami tentunya akan lebih tahan lama dan manjur, namun untuk meraihnya dibutuhkan waktu dan proses yang tak sebentar. Namun tidak ada salahnya, jika kita mencoba cara yang lebih alami, selain khasiatnya yang tahan lama, bahan alami tidak akan menimbulkan efek samping bagi tubuh. 


Salah satunya, adalah buah pisang yang dipercaya mampu mempercantik wajah. Mengapa demikian? karena buah pisang memiliki beberapa kandungan gizi yang amat baik seperti diantaranya Vitamin B, C, B6, Magnesium, zat besi, fosfor dan kalsium. Dari beberapa kandungan tersebut tentunya amat sangat baik untuk digunakan sebagai perawatan wajah. 

Berikut 5 manfaat buah pisang untuk kecantikan.

1. Menghaluskan wajah.



Saat kulit anda terasa kasar dan kering, maka cobalah masker dengan menggunakan buah pisang. Dengan rutin menggunakannya serta diilakukan dengan cara yang tepat, manfaat dari buah pisang bisa menghasilkan wajah yang anda idam-idamkan selam aini, yakni wajah yang halus dan kencang. Caranya, hancurkan satu buah pisang utuh hingga menjadi halus kemudian tambahkan satu sendok madu alami dan aduk hingga merata. Setelah ramuan selesai, maka aplikasikan pada wajah anda sebagai masker. Lakukan juga cara seperti ini secara rutin dalam beberapa minggu agar kulit terasa lebih halus dan lembut.


2. Mengangkat sel kulit mati.



Kulit terlihat tampak kotor dan berminyak salah satu penyebabnya bisa saja karena sel kulit mati yang menumpuk pada permukaan wajah. Tak perlu khawatir atau mencari-cari dokter kecantikan untuk mengobatinya, cukup dengan buah pisang, anda dapat dengan mudah menghilangkannya. Caranya, ambil buah pisang utuh, hancurkan hingga halus merata. Oleskan pada bagian permukaan wajah, kemudian diamkan hingga kering, setelah itu lanjutkan dengan membilasnya dengan air bersih.

3. Mengencangkan kulit.



Pisang kaya akan kandungan vitamin E yang begitu berlimpah amat baik untuk kulit. Kandungan vitamin E dalam buah pisang mampu menjaga kulit agar tetap kencang. Semakin bertambahnya usia pada manusia, maka kualitas kekencangan kulit termasuk kulit wajah akan mengalami penurunan, akibatnya kulit akan semakin mengendur. Untuk mendapatkan manfaat mengencangkan kulit wajah yang bisa didapat dari buah pisang, perhatikan cara berikut.

Siapkan buah pisang utuh, madu, mangkuk dan sendok kecil. Setelah itu, haluskan pisang hingga menjadi bubur, campurkan madu dan aduk hingga merata. Campuran ini bisa digunakan sebagai masker wajah, caranya aplikasikan hingga merata ramuan tadi, kemudian diamkan dan tunggu hingga mengering. Lalu bilas terlebih dahulu dengan air hangat, fungsinya agar pori-pori wajah terbuka dan kandungan manfaat dari ramuan tadi meresap hingga ke rongga pori wajah, hingga kotoran dan partikulat debu yang halus bisa terangkat kemudian lanjutkan dengan membilasnya menggunakan air dingin. Untuk hasil yang maksimal lakukan cara ini minimal satu kali dalam seminggu secara teratur.

4. Mencerahkan kulit wajah.



Memiliki wajah yang cerah, berseri serta putih tentunya menjadi dambaan bagi setiap wanita. Tak perlu bantuan pemutih atau vitamin-vitamin dengan harga yang fantastis untuk mewujudkannya. Kini, hanya dengan memanfaatkan buah pisang, wajah cerah, putih dan berseri-seri bisa kamu dapatkan. Tentunya dengan cara ini selain lebih murah, manfaatnya lebih aman untuk kesehatan anda, karena bahan herbal tidak akan memiliki efek samping bagi tubuh. Caranya, ambil buah pisang utuh, hancurkan hingga halus merata. Oleskan pada bagian permukaan wajah.

5. Menghilangkan jerawat.



Saat orang lain berlomba-lomba mencari obat jerawat paling ampuh mengapa tidak mencoba cara alami yang lebih aman. Ternyata manfaat buah pisang juga bisa diaplikasikan pada wajah sebagai penghilang jerawat. Caranya, ambilah buah pisang yang telah masak atau berwarna kuning, setelah itu pilih bagian dagingnay dan hancurkan. Sebagaimana cara yang terdahulu, oleskan juga pada bagian wajah, diamkan beberapa saat setelah itu bilas dengan air bersih. Cara seperti ini sudah banyak dibuktikan oleh banyak orang dan terbukti ampuh menghilangkan jerawat, namun tentunya dengan pemakaian yang teratur.

Bagaimana, apakah anda tertarik untuk merawat kecantikan anda dengan pisang? Sangat mengesankan di dalam buha pisang ada 5 manfaat yang tersembunyi. Harga pisang sangat murah dan mudah di jangkau, jadi sangat cocok untuk menjaga kecantikan wajah anda. Semoga info berikut bermanfaat untuk anda.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lampu Warna Biru, Pengusir Kantuk Pengganti Kopi yang Tak Pakai Beser

Jakarta, Kopi terbukti paling ampuh untuk mengusir rasa kantuk. Namun efek samping kopi kurang disukai para pengendara mobil karena bikin beser dan harus sering-sering berhenti mencari toilet. Alternatifnya, pasang saja lampu biru di kabin.

Para ilmuwan di Universite Bordeaux Segalen baru-baru ini membuktikan nyala lampu berwarna biru sama manjurnya dengan efek kafein dalam kopi dalam mengusir kantuk. Tentunya tanpa disertai beser atau sering buang air kecil seperti yang terjadi usai minum kopi.

Temuan ini diharapkan bisa menginspirasi desain mobil atau kendaraan yang lebih aman di masa mendatang. Dengan memasukkan lampu berwarna biru sebagai bagian dari desain interior mobil moderen, maka angka kecelakaan akibat pengemudi mengantuk diharapkan akan berkurang.

Eksperimen terhadap 48 pengemudi yang menempuh jarak 400 km menunjukkan, tingkat kesalahan yang dilakukan pengemudi berkurang berkat lampu biru. Pelanggaran marka jalan dilakukan 15 kali oleh pengemudi yang terpapar lampu biru, 13 kali pada pengemudi yang minum kopi dan 26 kali pada pengemudi yang tidak mendapat apa-apa.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE ini membuktikan bahwa warna biru bisa meningkatkan kewaspadaan dengan merangsang sel-sel ganglion retina. Dikutip dari Daily Mail, Kamis (29/11/2012), sel-sel tersebut terdapat pada retina yakni lapisan yang terletak di bagian belakang bola mata.

Sel-sel ganglion retina tersebut juga terhubung dengan saraf-saraf kesadaran. Oleh karena itu, rangsang di bagian ini bisa menungkatkan sekresi atau pelepasan melatonin yakni hormon yang membuat orang bisa terjaga dan tetap awas sepanjang malam.

Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sepertiga korban kecelakaan di jalan raya berhubungan dengan rasa kantuk. Gara-gara mengantuk, pengemudi bisa kehilangan kewaspadaan, kemampuan refleks dan persepsi visual dalam arti penglihatannya menurun.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gangguan Mata Akibat Keseringan Bermain Gadget

Salah satu gangguan mata yang paling umum dialami orang modern adalah mata kering dan terasa panas akibat penggunaan gadget yang terlalu sering. Maklum saja, gadget kini sudah menjadi barang wajib yang tak boleh lepas sedikit pun dari genggaman. 


Terlalu lama menggunakan gadget juga akan membuat mata menjadi lelah, pandangan kabur, mata terasa tidak nyaman, merah, dan gangguan penglihatan lainnya. Menurut dr.Ikhasan Revino, spesialis mata dari klinik mata SMEC, gangguan pada mata juga bisa berpengaruh pada kondisi tubuh secara umum.

"Mata yang digunakan untuk melihat gadget seperti komputer, smartphone atau tablet dalam waktu lama dan tanpa istirahat dapat membuat mata lelah sehingga cepat mengantuk. Ini juga akan menyebabkan sakit kepala dan berpengaruh pula terhadap hormon-hormon yang mengatur kekebalan tubuh," kata Ikhsan di Jakarta (16/10/14).

Efek buruk penggunana gadget yang terlalu sering ini bukan hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak, terlebih gadget kini sudah menjadi "mainan" anak. "Jika tidak dites, mata yang kita anggap normal ternyata sudah rusak," katanya. 

Ditambahkan oleh dr. D.A.N Canara Sari, Sp.M, memakai gadget dalam waktu lama dan jarak dekat bisa berpengaruh terhadap fokus pada jarak dekat dan menyebabkan mata minus. "Biasanya orang tua telat mengajak anaknya ke dokter setelah ada masalah di mata mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, kebanyakan pasien anak-anak yang ditanganinya mengalami miopia atau rabun jauh. Gejala yang perlu diwaspadai orangtua adalah anak terlihat suka mengedipkan mata terus-menerus, jadi sering duduk terlalu dekat saat menonton televisi, membaca buku terlalu dekat, dan lain sebagainya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENEMUAN DAN PERUBAHAN RADIKAL DI ZAMAN PRASEJARAH

Setiap perubahan sepertinya menantang manusia pada masa lalu untuk menemukan cara-cara baru agar bertahan hidup, kita pun masih melakukannya sampai sekarang dengan tujuan yang sama. Oleh karenanya, manusia terbukti menjadi salah satu spesies yang paling tangguh di planet ini. Meskipun kita kecil— jika dibandingkan dengan mammoth atau mamalia lainnya— tapi kita punya sesuatu yang besar; otak.
Penemuan dan perubahan radikal di zaman prasejarah mungkin baru sedikit yang bisa kita gali dan pelajari. Tapi yang paling mengesankan adalah, bahwa pada kenyataannya hal ini menunjukan manusia pada masa lalu yang kita sebut “purba” itu ternyata faktanya tidak melulu mengisi hari-harinya dengan berburu, mereka bisa menunjukan ciri untuk menjadi “manusia bijak” yang sesungguhnya.
Nenek moyang kita itu jelas berharap untuk sesuatu yang lebih dari sekedar “hidup” dan berusaha memahami tempatnya di dunia. Mereka sepertinya mencoba memahami tentang keberadaan; eksistensi.
Lukisan Cap Tangan
Di gua-gua Prasejarah kita dapat melihat tekad nenek moyang kita untuk meninggalkan catatan. Tidak persis seni dan juga bukan grafiti. Lukisan cetakan tangan yang sangat tua berasal dari 40.000 tahun yang lalu di Sulawesi, Indonesia. Cetakan serupa telah ditemukan di Afrika Selatan, Australia, Amerika Utara, Argentina dan Eropa.
Ada sesuatu yang begitu umum dari lukisan cap tangan. Ya, kita semua mungkin pernah membuatnya di sekolah dasar dan di seluruh dunia mungkin anak-anak masih melakukannya. Lukisan cap tangan adalah sesuatu yang sangat pribadi dan lebih emosional. Menggunakan mulut dan tangan – tidak ada yg lebih pribadi dari itu.
Lukisan cap tangan adalah contoh pertama dari apa yang kita sebut sejarah -pernyataan dari masa lalu- sebagai sebuah pernyataan universal untuk mengatakan “Kami (pernah) ada di sini”.
Jarum dari Tulang
“Jarum Jahit Prasejarah, 17.000-10.000 Tahun Yang Lalu”. Foto oleh Didier Descouens
“Jarum Jahit Prasejarah, 17.000-10.000 Tahun Yang Lalu”. Foto oleh Didier Descouens
Kesulitan biasanya memunculkan gagasan. Sekitar 20.000 tahun yang lalu, temperatur kembali sangat tidak bersahabat dan iklim merosot lebih jauh. Manusia pada masa itu dipaksa sekali lagi untuk beradaptasi atau mati, dan kali ini bagian yang sangat penting dari apa yang kita sebut teknologi —yang mungkin kita anggap sekarang rendah—membuat sebuah perbedaan dan dampak yang besar. Nenek moyang kita itu menemukan jarum jahit.
Manusia pada masa lalu memiliki panah, ya, dan tombak, tentu saja. Tapi jarum adalah penemuan besar, sebuah terobosan hidup-atau-mati. Sebuah jarum, terbuat dari tulang. Penemuan hebat sekitar 20.000 tahun yang lalu. Sangat mirip dengan jarum yang mungkin Anda miliki di rumah.
Apa yang mungkin dapat dilakukan sebuah jarum? Kita tidak lagi memakai pakaian dari tempelan kulit binatang, tapi pakaian yang benar-benar pas. Penemuan jarum akan membantu merevolusi kehidupan manusia. Mengenakan pakaian yang dijahit dalam lapisan, kita bisa meringkuk untuk melalui musim dingin di zaman es yang sangat keras. Kita bisa keluar dengan pakaian yang lebih hangat, fleksibel dan nyaman untuk melacak dan berburu binatang buruan.
Ilustrasi Jarum dan Kail dari tulang
Ilustrasi Jarum dan Kail dari tulang
Memancing denga Mata Kail
Memancing sebagai kegiatan untuk menangkap ikan di sungai telah dikenal oleh manusia sejak zaman prasejarah. Kurang lebih 10.000 tahun yang lalu, para peneliti menemukan bukti arkeologi di gua-gua tua di Eropa bahwa kegiatan penangkapan ikan telah berkembang ketika mereka mengetemukan mata kail dari tulang beserta tulang-belulang dari hewan air. Selain itu juga ditemukan lukisan aktivitas memancing di dalam goa-goa tersebut.
Teknik untuk menangkap ikan sepertinya sudah mulai beragam ketika memasuki periode neolitik (4.000 – 8.000 tahun lalu). Kegiatan ini kemudian berkembang hingga saat ini, pun dengan teknik dan alat yang sama, tetapi hanya dari segi bahannya saja yang berbeda. Mungkin dulu dari tulang, sekarang sudah menggunakan besi atau media lainnya. Pun dengan teknik pengolahan ikan, cara-cara yang sama masih dilakukan seperti teknik pengawetan ikan dengan memberi garam dan juga dengan teknik pengasapan.
Bercocok Tanam
Kurang lebih 16,000 tahun yang lalu, belahan bumi—berawal dari bagian utara—mulai kembali hangat, dan nyaman. Setelah puluhan ribu tahun hidup sebagai pemburu-pengumpul yang bersandar pada belas kasih alam, transformasi iklim yang terjadi membantu nenek moyang kita untuk melakukan sesuatu yang baru, sesuatu yang radikal.
Mereka menemukan sebuah fakta bahwa manusia bisa memakan 56 jenis rumput liar, dan 32 jenis diantaranya tumbuh di Asia, dibandingkan, misalnya, hanya empat di Amerika. Perubahan terbesar yang manusia pernah buat untuk planet ini —bahkan di usia ilmu pengetahuan kita yang sekarang, belum ada perubahan yang sebesar ini. Sesuatu yang telah merubah Bumi lebih dari yang lain— bermulai dari tepian sungai. Mereka mulai bercococok tanam.
Tidak secepat yang kita bayangkan, mungkin perlu ratusan tahun untuk merubah pola ini. Awalnya nenek moyang kita mungkin memakan tanaman liar, juga beberapa hewan yang dijinakan, dan mereka terus berjalan lebih jauh agar menemukan rumput dan hewan yang lebih enak untuk dimakan.
Tapi pada akhirnya, ya, akhirnya, kemalasan mungkin menjadi kekuatan dalam merubah sejarah manusia itu. Bahkan sampai sekarang, ada adagium kalau teknologi itu diciptakan oleh orang-orang malas. Jika kita tidak ingin pergi untuk menemukan makanan, berarti kita harus membuat makanan itu datang. Bisa kah nenek moyang kita melakukan itu?
Ini adalah penemuan anonim yang besar saat nenek moyang kita akhirnya cukup malas juga untuk terus berjalan. Mereka malas untuk menemukan hewan dan tanaman yang bisa dimakan, mereka akhirnya menetap. Sebuah terobosan yang penting dalam menggeser keseimbangan antara manusia dan seluruh alam.
Menanam benih ke tanah agar kita bisa menikmati hasilnya di kemudian hari sepertinya gagasan yang tidak perlu diperdebatkan lagi jika itu terjadi sekarang. Tapi 15.000 tahun yang lalu itu adalah sebuah pertaruhan yang aneh. Tinggal dan bercocok tanam adalah ide gila pada masa semua orang melakukan perburuan, menunggu sekian lama adalah hal yang absurd untuk dilakukan disaat mereka akan bisa menemukan makanan setiap hari.
Saat mereka sedang mempunyai kelimpahan makanan, mungkin ide untuk bercocok tanam bisa saja muncul, tapi bayangkan ketika makanan itu dalam keadaaan cukup untuk beberapa hari saja atau mereka justru sedang lapar dan makanan yang seharusnya untuk dimakan dengan keluarga atau kelompok itu, bukannya diolah menjadi makanan, justru disisihkan beberapa untuk ditanam kembali ke tanah. Dan tidak berhenti sampai di sana, kemudian mereka juga masih harus menunggu, harus yakin kalau apa yang mereka lakukan akan berhasil meskipun tidak tahu kapan. Mungkin setiap hari nenek moyang kita itu melihat adanya kemajuan, dan bahwa apa yang mereka lakukan tidak sia-sia. Tapi masalahnya mereka tidak mempunyai gambaran yang jelas kapan masa panen itu tiba.
Benih itu Tumbuh
Benih itu Tumbuh
Ini menunjukkan kemajuan dalam pemikiran manusia. Bercocok tanam adalah sebuah gambaran bahwa mereka telah berpikir ke depan, atau kita bisa menyebutnya perencanaan kalau tidak boleh nyemakannya dengan “bertaruh” karena sepertinya nenek moyang kita bertaruh pada keseimbangan manusia dan alam.
Cerita selanjutnya sudah bisa kita tebak, bahwa perlahan, manusia mulai tinggal dekat dengan tanah-tanah yang subur untuk berinvestasi kepada alam.
Harga yang Harus Dibayar
12.000 tahun yang lalu, gandum, beras, dan jagung telah menjadi menu pokok bagi manusia. Dan dengan memilih benih terbaik, kita juga telah mengubah bentuk tanaman. Biji lebih besar dan, pada akhirnya, lebih baik dari sebelumnya.
Pertanian adalah lompatan besar, namun ada harga yang harus kita bayar dari dampak kemajuan itu. Ketika orang-orang duduk untuk pertanian, kehidupan semakin sulit.
Para arkeolog memberitahu kita sesuatu hal yang mencengangkan, bahwa saat manusia beralih untuk bertani, fisik kita menjadi lebih kecil dan kita mati lebih muda dari pada saat kita menjadi pemburu-pengumpul. Peneliti lain menyatakan bahwa kerusakan gigi untuk pertama kalinya justru ditemukan saat manusia mulai menetap untuk bercocok tanam.
Jadi mengapa kita bertani ketika dunia masih penuh dengan makanan? Lebih penting lagi, mengapa manusia terus melanjutkan pertanian? Bagian dari alasannya adalah bahwa mereka telah terperangkap oleh ledakan populasi.
Setelah mereka hidup dengan lebih banyak makanan, jumlah anggota keluarga pun tumbuh sementara para pemburu harus membatasi jumlah anak-anak atau bahkan tidak sembarang anak yang akan tersisa, mereka yang kuat dan terpilih akan terus bertahan hidup dalam kelompok perburuan, karena lemah bukan hanya merugikan dirinya sendiri, tapi juga kelompok. Tetapi para petani tidak berpikir seperti itu.
Nenek moyang kita yang tengah hidup dengan lebih banyak makanan saat masa pertanian, menyebabkan angka dalam keluarga tumbuh tak terkontrol. Jumlah manusia mulai meningkat, dan orang-orang mulai bekerja sama untuk anggota keluarga saja, petani mulai menetap di kelompok yang lebih besar tapi dengan pembagian kerja yang hanya berlaku antar anggota keluarga.
Yang lebih mengerikan adalah penyakit. Tinggal dalam jarak dekat menciptakan kondisi sempurna untuk menyebarnya penyakit. Kerusakan gigi pun ditemukan pertama kalinya di masa itu. TB lalu ditularkan dari ternak ke manusia. Sebagian besar ancaman terburuk bagi kesehatan manusia – cacar, campak, flu – datang lebih dulu menyerang para petani kita ini.
Bercocok tanam dan tinggal menetap telah membawa bahaya baru, tapi perangkap telah ditutup. Tidak akan bisa keluar bagi yang sudah masuk karena bagaimana pun bahayanya, kehidupan bercocok tanam ini ternyata sangat nyaman.
Manusia yang benci perbedaan harus tinggal-berkelompok lalu membentuk perbedaan dengan jalinan keluarga dan kekerabatan. Mereka justru menciptakan sendiri musuhnya. Pemimpin kini lebih kompleks, ia pertama harus berasal dari keluarga yang memiliki banyak lahan pertanian, dan bisa jadi berasal dari sebuah keluarga besar. Pada kenyataannya, masalah yang lebih besar ternyata hadir dari perang kepentingan dan kekuasaan ini. Mengejutkan atau tidak, sejarah selanjutnya telah membuktikan bahwa atas nama kekuasaan, manusia ternyata bermasalah saat hidup bersama.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

APA ITU TEKNOLOGI NANO?



Apakah Teknologi Nano itu?


Saat ini dunia sedang mengarah pada revolusi nanoteknologi di mana sampai 2020 akan tejadi percepatan luar biasa dalam penerapan nanoteknologi di dunia industri.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa negara-negara maju di dunia, seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Kanada dan negara-negara Eropa, serta beberapa negara Asia, seperti Singapura, Cina, dan Korea tengah giat-giatnya mengembangkan suatu cabang baru teknologi yang populer disebut Nanoteknologi.

Sesuai dengan namanya, nanoteknologi adalah teknologi pada skala nanometer, atau sepersemilyar meter. Dengan nanoteknologi, kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat diberi nilai tambah guna memenangi persaingan global. Dengan menciptakan zat hingga berukuran satu per miliar meter (nanometer), sifat dan fungsi zat tersebut bisa diubah sesuai dengan yang diinginkan.
Nanoteknologi, teknologi berbasis pengelolaan materi berukuran nano atau satu per miliar meter, merupakan lompatan teknologi untuk mengubah dunia materi menjadi jauh lebih berharga dari sebelumnya.
Sedangkan nanomaterial merupakan landasan utama dalam rantai pengembangan produk nanoteknologi. Belum lagi teknologi mikro-elektronik berbasis silikon (1 mikrometer = 0,001 milimeter) yang mendominasi seluruh aspek kehidupan manusia bisa dikuasai, dunia sudah memasuki era baru yang disebut nanoteknologi. Ini adalah rekayasa material dalam orde nanokristal (1 nanometer = 0,000001 milimeter)
Material apa pun selama dapat dibuat dalam bentuk nanokristal akan menghasilkan sifat yang mencengangkan dan bahkan tidak pernah ada di alam ini. Diperkirakan tahun 2010, produk-produk industri dalam skala apa pun akan menggunakan material hasil rekayasa nanoteknologi. Perkembangan pesat ini akan mengubah wajah teknologi pada umumnya karena nanoteknologi merambah semua bidang ilmu. istilah “nano”. Istilah ini berasal dari kata Nanos (bahasa Yunani) yang berarti satu per satu miliar.

Jadi 1 nanometer (nm) sama dengan 12048 meter. Nanoteknologi merupakan teknologi yang melibatkan atom dan molekul dengan ukuran lebih kecil dari 1.000 nanometer. Itu berarti ukurannya bisa mencapai 100.000 kali lebih kecil dari diameter sehelai rambut manusia. Superkecil, supermungil. Tetapi ini bukan berarti manfaatnya juga mungil. Yang mungil ini justru memiliki potensi sangat besar dalam memberikan jawaban dan penyelesaian berbagai masalah kompleks di dunia.

Sesuatu yang berukuran mikro justru dapat memberi dampak makro. Dari sudut pandang ukuran atas ke bawah seperti itu, nanoteknologi menjadi penting dalam dunia rekayasa karena manusia berusaha untuk mengintegrasikan suatu fungsi atau kerja dalam skala ukuran yang lebih.Teknologi nano mampu membuat obat dalam ukuran nanogram.
– obat tersebut langsung menuju sasaran yang hendak diobati.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS